Ucapan Syukur Bagi
Seorang Bapak Dermalan Purba serta Kecintaannya dengan GKPS Surabaya
Arti mengucap syukur adalah rasa
terimakasih yang mendalam atas berkat, anugerah serta karunia yang telah Tuhan
berikan kepada kita umatNya. Bapak Martlam Mangapul (Bapak Vincent) juga pernah menyebutkan
dirubrik sebelumnya, yang mengutip dari Filipi 4:6 tersebut. Bunyi ayat tersebut:”Janganlah hendaknya kamu
kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala keinginanmu kepada
Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Ayat tersebut jelas-jelas
mengajar kita agar”tahu berterimakasih” kepada siapa saja yang layak kita
sampaikan khususnya kepada Tuhan. Tidaklah susah kita mengucap terimakasih
seharusnya,’kita boleh bernafas aja dan menghirup udara segar itu sudah
anugerah yang luar biasa”, Bayangkan saja jika kita harus membayar oksigen yang
kita hirup?, apakah kita sanggup membayar?
Pada tanggal 16 juni yang lalu
tepatnya jam 20:19 WIB, Redaksi GKPS Surabaya blogspot berhasil mewawancarai
Bapak Dermalan Purba dari kediamannya di Pulau Dewata Bali. Jemaat GKPS Surabaya mungkin akan bertanya,”
siapakah gerangan beliau ini? Pasti kita pernah dengar motto tak kenal maka tak
sayang. Habis ini kita semua mengingat kembalilah kepada beliau. Dari hasil
bincang bincang beliau sempat berkata kalau beliau dulu adalah syamas pemuda di
GKPS Surabaya kalau orang lama pastilah kenal saya, begitu yang beliau
sampaikan. Beliau sangat ingat waktu pemuda dengan anggota senior Bapak G Martuah Garingging. Kesaharian beliau adalah
karyawan di Bentoel Bali, beliau biasa dipanggil Bapak Putri. Menikah dengan
istri br Sumbayak dengan 4 orang anak yang terdiri dari 2 laki dan 2 perempuan.
Dari hasil wawancara beliau menjelaskan tentang arti mengucap syukur. Berikut petikannya:
“Kita harus mengucap syukur selalu karena kita sudah dianugerahi keselamatan
karena itu kita patut setiap saat,kita bersyukur bukan karena kita mendapatkan
itu karena usaha kita tapi memang hadiah dari Tuhan melalui pengorbananNya di
kayu salib”.
Wawancara berlanjut hingga tanggal 22
juni 2015 jam 20:18 WIB karena habis bincang-bincang beliau ternyata tarpodom
dekat Hand phonenya. Ketika ditanya kecintaan terhadap Orang-orang di GKPS
Surabaya, beliau sempat tertawa lebar,” Ha….ha…ya masihlah, saya 3 tahun di
sana dan cukup berkesan kecuali orang Surabaya sudah lupa saya, tapi kalau
orang lama yakin ingatlah hampir semua kecuali orang baru seperti Lae…ha….ha.” Sebelum menutup perbincangan beliau
mengizinkan perbincangan ini dipublish di web GKPS Surabaya.
Dari pelajaran yang disampaikan
beliau semoga kita dapat belajar dengan baik dibalik hikmah itu semua dan nama
Tuhan Yesus dimuliakan. (Red GKPS Surabaya/IHS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar