PERAN ORANG TUA DAN GEREJA DALAM MENDIDIK ANAK
Pdt DR Rohny Pasu
Sinaga
Pada hari minggu yang lalu
tepatnya tanggal 5 juli 2015 setelah selesai ibadah kebaktian minggu
diselenggarakan pembinaan orang tua oleh Pdt DR Rohny Pasu Sinaga setelah lebih
dahulu dilakukan pembinaan pada Guru Sekolah Sabtu, 4 Juli 2015 di MEX.
Pembinaan Guru Sekolah Minggu
Dalam
pembinaan tersebut, beliau menjelaskan point point penting tentang beragam topik yang harus dipahami dalam mendidik anak:
- Filosofi orang batak tentang anak
- Siapa anak menurut Alkitab
- Pandangan yang keliru tentang anak
- Bagaimana membesarkan anak
- Kebutuhan anak
- Masalah-masalah yang dihadapi anak
- Peran orang tua
- Peran Gereja
Pada pemaparan tersebut beliau
menekankan bahwa anak itu sebagai subjek bukan sebagai objek. Sebagaimana
ditekankan di dalam alkitab melalui Maz 127:3; Mk 10:13-16; Mat 18:1-4 dan yang
paling penting di Mat 18:6. Pada kesempatan itu beliau menjelaskan dengan detail
tentang peran orang tua, dan menyayangkan belum adanya sekolah atau kursus
untuk memperoleh kecakapan untuk menjadi ibu dan ayah yang baik dan benar dalam
mendidik anak. Orang tua sering
berpendapat bahwa menjadi ibu dan ayah memang tidak sulit dan tidak
memerlukan akal budi, padahal sebenarnya pendapat ini merugikan baik orang tua
maupun bagi anak. Pada topik cara membesarkan anak beliau menekankan pentingnya
orang tua merangsang pertumbuhan anak dengan maksimal menjadi matang di dalam
Kristus karena orang tua itu merupakan cerminan wajah Allah dan orang tua tidak
boleh berkata kasar pada anak dan yang penting tidak boleh memarahi anak di
depan teman-temannya. Beliau juga menjelaskan mendidik anak itu yang
proporsional, ibaratnya jika tanaman diberi air yang berlebihan akan rusak
harusnya yang benar adalah secukupnya. Peran orang tua benar-benar dibutuhkan
sebagai guru yang pertama dan utama bagi anak. Keluarga harus merupakan wadah
fundamental dalam pembudayaan firman Tuhan (Ulangan 6:4-9). Beliau juga
menekankan pentingnya peran gereja, para majelis perlu bekerjasama dengan orang
tua untuk membentuk anak dalam menghadapi masa depan mereka. Upaya yang dilakukan misalnya dengan mendata
anak (potensi yang mereka miliki, cita-cita mereka), menyediakan konseling bagi
anak dan gereja yang ramah anak,menjadi orangtua asuh bagi yang tidak mampu,
menciptakan klinik untuk anak, gereja bisa juga sebagai taman bermain dan taman
belajar anak, menyediakan pembinaan yang berkelanjutan bagi pembinaan orang tua
agar cakap mengajar anak, perlunya perpustakaan bagi anak di gereja, dan masih
banyak lagi harusnya. Di akhir sesi pembinaan dilakukan tanya jawab orang tua
dengan pembicara, luar biasa banyak masukan yang bisa dipetik. Kita mengucapkan
syukur dengan pembinaan ini orang tua boleh cakap membinadan mendidik anak dan
nama Tuhan Yesus dimuliakan (GKPS Surabaya/IHS)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar