GKPS SURABAYA | OFFICIAL WEBSITES

Ibadah/Kebaktian Umum :09.00 WIB-Selesai, Ibadah Anak Sekolah Minggu (ASM):09.00 WIB-Selesai

Cari Info via blog/google search

KLIK TATA IBADAH MINGGU 29 MARET 2015 DI FOLDER TATA IBADAH

BULETIN KEGIATAN GKPS SURABAYA

Visi GKPS Menuju Tahun 2030:"Gereja Siboan Pasu-pasu Janah Sari (To be a Blessing and Caring Church)(Kejadian 12:12;Lukas 10:37), Thema :'HITA DO SAKSINI KRISTUS (Lahoan ni Apostel 1:8)' , Sub Thema, 'Patuduhkon On Hita Ma Hasadaon I Tongah-Tongah Dunia On, Ase Lambin Tarambilan Goran Ni Kristus (John 17:21, Korin 12:1-12)', Ayat Tahunan 2015, 'Sai I Hasomani Jahowa Naibatamu Do Ham, Seng Hurangan Ham Age Bani Aha (5 Musa 2:7c)'.

Translate

Kamis, 09 Juli 2015

“PEMBINAAN ORANG TUA DI GKPS SURABAYA,5 JULI 2015”



PERAN ORANG TUA DAN GEREJA DALAM MENDIDIK ANAK
Pdt DR Rohny Pasu Sinaga

Pada hari minggu yang lalu tepatnya tanggal 5 juli 2015 setelah selesai ibadah kebaktian minggu diselenggarakan pembinaan orang tua oleh Pdt DR Rohny Pasu Sinaga setelah lebih dahulu dilakukan pembinaan pada Guru Sekolah Sabtu, 4 Juli 2015 di MEX.
                                                      Pembinaan Guru Sekolah Minggu

Dalam pembinaan tersebut, beliau menjelaskan point point penting tentang beragam topik yang harus dipahami dalam mendidik anak:
  • Filosofi orang batak tentang anak
  • Siapa anak menurut Alkitab
  • Pandangan yang keliru tentang anak
  • Bagaimana membesarkan anak
  • Kebutuhan anak
  •  Masalah-masalah yang dihadapi anak
  • Peran orang tua
  • Peran Gereja
 
                                                 Pembinaan  Orang Tua di GKPS Surabaya

Pada pemaparan tersebut beliau menekankan bahwa anak itu sebagai subjek bukan sebagai objek. Sebagaimana ditekankan di dalam alkitab melalui Maz 127:3; Mk 10:13-16; Mat 18:1-4 dan yang paling penting di Mat 18:6. Pada kesempatan itu beliau menjelaskan dengan detail tentang peran orang tua, dan menyayangkan belum adanya sekolah atau kursus untuk memperoleh kecakapan untuk menjadi ibu dan ayah yang baik dan benar dalam mendidik anak. Orang tua sering  berpendapat bahwa menjadi ibu dan ayah memang tidak sulit dan tidak memerlukan akal budi, padahal sebenarnya pendapat ini merugikan baik orang tua maupun bagi anak. Pada topik cara membesarkan anak beliau menekankan pentingnya orang tua merangsang pertumbuhan anak dengan maksimal menjadi matang di dalam Kristus karena orang tua itu merupakan cerminan wajah Allah dan orang tua tidak boleh berkata kasar pada anak dan yang penting tidak boleh memarahi anak di depan teman-temannya. Beliau juga menjelaskan mendidik anak itu yang proporsional, ibaratnya jika tanaman diberi air yang berlebihan akan rusak harusnya yang benar adalah secukupnya. Peran orang tua benar-benar dibutuhkan sebagai guru yang pertama dan utama bagi anak. Keluarga harus merupakan wadah fundamental dalam pembudayaan firman Tuhan (Ulangan 6:4-9). Beliau juga menekankan pentingnya peran gereja, para majelis perlu bekerjasama dengan orang tua untuk membentuk anak dalam menghadapi masa depan mereka.  Upaya yang dilakukan misalnya dengan mendata anak (potensi yang mereka miliki, cita-cita mereka), menyediakan konseling bagi anak dan gereja yang ramah anak,menjadi orangtua asuh bagi yang tidak mampu, menciptakan klinik untuk anak, gereja bisa juga sebagai taman bermain dan taman belajar anak, menyediakan pembinaan yang berkelanjutan bagi pembinaan orang tua agar cakap mengajar anak, perlunya perpustakaan bagi anak di gereja, dan masih banyak lagi harusnya. Di akhir sesi pembinaan dilakukan tanya jawab orang tua dengan pembicara, luar biasa banyak masukan yang bisa dipetik. Kita mengucapkan syukur dengan pembinaan ini orang tua boleh cakap membinadan mendidik anak dan nama Tuhan Yesus dimuliakan (GKPS Surabaya/IHS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar