GKPS SURABAYA | OFFICIAL WEBSITES

Ibadah/Kebaktian Umum :09.00 WIB-Selesai, Ibadah Anak Sekolah Minggu (ASM):09.00 WIB-Selesai

Cari Info via blog/google search

KLIK TATA IBADAH MINGGU 29 MARET 2015 DI FOLDER TATA IBADAH

BULETIN KEGIATAN GKPS SURABAYA

Visi GKPS Menuju Tahun 2030:"Gereja Siboan Pasu-pasu Janah Sari (To be a Blessing and Caring Church)(Kejadian 12:12;Lukas 10:37), Thema :'HITA DO SAKSINI KRISTUS (Lahoan ni Apostel 1:8)' , Sub Thema, 'Patuduhkon On Hita Ma Hasadaon I Tongah-Tongah Dunia On, Ase Lambin Tarambilan Goran Ni Kristus (John 17:21, Korin 12:1-12)', Ayat Tahunan 2015, 'Sai I Hasomani Jahowa Naibatamu Do Ham, Seng Hurangan Ham Age Bani Aha (5 Musa 2:7c)'.

Translate

Sabtu, 01 Agustus 2015

PROFIL MINGGU INI



Kenapa ada Perpuluhan itu? Simak pencerahan dari Bapak Pdt HI Saragih
Pada hari jumat 31 Juli 2015, Redaksi GKPS Surabaya seyogyanya berhasil mewawancarai dua orang narasumber , namun untuk profil minggu ini redaksi menampilkan dulu hasil wawancara dengan Bapak Pdt HI Saragih. Special guest, minggu depan juga tidak kalah serunya. Pagi itu tepatnya pukul 7:35 , redaksi mengontak beliau dan sempat membalas jawaban redaksi untuk diwawancarai. Namun wawancara baru bisa dimulai jam 14.14 Wib, setelah beliau baru pulang ke rumah dan batere HP sudah tidak lowbatt lagi. Beliau adalah Bapak Pendeta Resort GKPS Surabaya dengan 2 orang anak masing-masing: Hanna Priskila Saragih (Lala) dan Handerson Saragih (Eon) dengan Istri br Purba.

 

Redaksi GKPS Surabaya berhasil mencatat point-point penting tentang topik tersebut di atas, berikut penjelasan beliau menjawab beberapa pertanyaan redaksi ”Kalau tentang perpuluhan itu bisa dibaca di Imamat 27:30-33, Bilangan 18:21-31 dan Matius 23:23. Beliau menjelaskan bahwa perpuluhan itu merupakan hal yang wajib untuk perbendaharaan Tuhan. Ketika redaksi menanyakan “Pak Pendeta, misalkanlah ini seaandainyalah kalau seseorang itu jarang memberikan perpuluhan itu bagaimana? Beliau menjelaskan,” bagaimana ya, kalau yang bukan kepunyaan kita, kita ambil gimana namanya ya. Perpuluhan kan sebenarnya bukan untuk milik kita, gimana istilahnya tepatnya....jawab sendirilah ya. Kemudian, pertanyaan dilanjutkan,…Pak Pendeta,”kalau misalnya ini ada orang yang beranggapan bahwa berkat yang ia terima ialah berkatnya sendiri ,sehingga ia tidak harus memberi perpuluhan? Beliau menjelaskan “Tentu inilah kurangnya pemahaman kita, Maleakhi 3:6-12 menjelaskan “Tuhan pasti membuka tingkap-tingkap langit”. Dan bila seandainya orang itu menyadari dan bahkan membayar 2x lipat  merupakan hal yang baik..Tapi Firman Tuhan maksudnya di sini adalah rutin. Kapan kita panen di situ kita memberi perpuluhan. Tapi  karena sudah banyak yang perbulan, bukan perpanen lagilah. Yang menyadari kealpaannya dan di rubah tentu itulah yang diharapkan Tuhan. Misalkan kalau belum bisa /tak ada apa-apa yang bisa diberikan sebagai perpuluhan………kalau lebih pasnya kita hubungkan kepada persembahan seorang janda sarfat, yang sebenarnya lebih banyak memberi daripada yang lainnya. Demikianlah hasil wawancara dengan beliau terlepas dari pro kontra tentang pendapat orang yang pasti Pak Pendeta dan kita semua menginginkan Kiranya nama Tuhan dimuliakan di tempat yang maha Tinggi. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (Redaksi GKPS Surabaya/IHS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar