GKPS SURABAYA | OFFICIAL WEBSITES

Ibadah/Kebaktian Umum :09.00 WIB-Selesai, Ibadah Anak Sekolah Minggu (ASM):09.00 WIB-Selesai

Cari Info via blog/google search

KLIK TATA IBADAH MINGGU 29 MARET 2015 DI FOLDER TATA IBADAH

BULETIN KEGIATAN GKPS SURABAYA

Visi GKPS Menuju Tahun 2030:"Gereja Siboan Pasu-pasu Janah Sari (To be a Blessing and Caring Church)(Kejadian 12:12;Lukas 10:37), Thema :'HITA DO SAKSINI KRISTUS (Lahoan ni Apostel 1:8)' , Sub Thema, 'Patuduhkon On Hita Ma Hasadaon I Tongah-Tongah Dunia On, Ase Lambin Tarambilan Goran Ni Kristus (John 17:21, Korin 12:1-12)', Ayat Tahunan 2015, 'Sai I Hasomani Jahowa Naibatamu Do Ham, Seng Hurangan Ham Age Bani Aha (5 Musa 2:7c)'.

Translate

Sabtu, 05 September 2015

PROFIL MINGGU INI



ARTI DARI SEBUAH DISIPLIN
By Hotma Untung Sinaga

Pada tangggal 2 September 2015 yang lalu redaksi  berhasil mewawancarai beliau.  Saat ini beliau masih dalam pendidikan di Jakarta. Info dari beliau  bahwa pendidikan akan selesai pada bulan November. Topik kali ini, beliau akan membicarakan tentang arti sebuah kedisiplinan. Dari hasil perbincangan, Redaksi GKPS  Surabaya mencatat point-point penting sebagai berikut: Kedisiplinan menjadi sangat menarik berkaitan dengan cara atau metode untuk meraih tujuan. Disiplin adalah ketaatan pada nilai-nilai atau norma yang harus diikuti atau disepakati bersama karena dengan ketaatan pada aturan maka tujuan bersama dapat dicapai. Target dari sebuah kedisiplinan adalah semua elemen yang terlibat dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama melalui ketaatan pada nilai aturan yang telah ditetapkan. Ketaatan itu bisa diperoleh melalui peningkatan kesadaran atau pemaksaan bila memang itu diperlukan. Pada dasarnya, disiplin tidak hanya milik militer tapi semua organisasi membutuhkan kedisiplinan karena setiap organisasi memiliki tujuan yang telah ditetapkan dalam AD/ART. Tentunya diharapkan agar setiap anggota organisasi memahami hal tersebut dan patuh pada AD/ART untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati. Menjadi sangat krusial dalam bidang militer karena dalam mencapai  tujuan memenangkan pertempuran nyawa yang menjadi taruhannya sehingga terkesan bahwa disiplin harus dipaksakan. Dalam pertempuran apabila terjadi kesalahan prosedural baik dalam level teknis taktis maupun strategis akan mengakibatkan korban nyawa bukan hanya individu tapi rekan-rekannya. Tentunya berbeda  jumlah korban di level taktis dengan strategis. Tapi kesalahan di level taktis sangat bisa mempengaruhi  hasil di level strategis. Demikian juga apabila terjadi kesalahan di level strategis maka level  taktis dan teknis akan menanggung akibatnya. 

Disipilin itu saya tegaskan tidak boleh kadang-kadang dilakukan, tapi adalah sikap dasar untuk menjadi berhasil dalam bidang apapun. Sikap kita tergantung bagaimana pelanggaran terhadap aturan memberikan efek terhadap organisasi. Apakah dia  adalah anggota organisasi? Kalau bukan ya nggak masalah biarkan saja. Dalam organisasi ada bagian penegakan disiplin baik itu atasan atau institusi khusus. Hukuman semata belum tentu berhasil dalam membentuk disiplin, yang diharapkan adalah disiiplin yang tumbuh melalui kesadaran dan dipicu oleh integritas pimpinan dalam organisasi sebagai teladan. Leadership memegang peranan penting agar anggota organisasi taat pada aturan. Integritas dan keteladanan adalah yang terpenting. Tuhan Yesus adalah contoh terbaik dalam keteladanan yang melalui kataNya yang sangat legendaris “IKUTLAH AKU”
Jika dikaitkan dengan disiplin rohani (Mat. 6:2, 5, 16), bisa dilihat dari tinjauan seorang Richard Foster mengatakan bahwa disiplin rohani adalah kegiatan, sendiri maupun bersama, yang kita lakukan sebagai cara untuk menempatkan diri kita di hadapan Tuhan agar Ia dapat bekerja di dalam diri kita.  Menerapkan disiplin rohani membutuhkan ketekunan, sebab tidak jarang kita gagal menerapkan disiplin tertentu. Kegagalan bukan menjadi akhir dari segala-galanya. Ketika kita melihat kegagalan terjadi, hal itu akan menolong kita menyadari bahwa melakukan disiplin rohani juga perlu anugerah Allah, perlu melibatkan Allah dalam mengubah diri kita menjadi serupa gambaran-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh bermegah ketika berhasil melakukan suatu disiplin rohani, sebab kalau kita bisa melakukannya semata-mata oleh karena anugerah Allah. Seseorang mungkin ada yang senang memainkan biola tetapi tanpa kerja keras melalui latihan yang terus menerus tidak mungkin ia bisa memainkan biola dengan baik. Demikian pula dengan disiplin rohani, agar disiplin itu tertanam baik dalam diri kita, perlu adanya usaha yang maksimal sampai kebiasaan kita terstruktur atau meresap menjadi bagian hidup. Misal disiplin rohani yang bisa diterapkan, “Ketika sudah bertobat maka ia harus membiasakan diri bangun pagi untuk bersaat teduh. Bagi mereka yang suka bangun siang akan kesulitan untuk membiasakan diri bangun pagi. Namun sekarang kebiasaan baru harus mulai diterapkan di mana “rasa aman” karena kebiasaan lama harus digeser dengan ketaatan untuk memiliki waktu teduh bersama Tuhan.”
Demikianlah pencerahan beliau semoga dapat kita gunakan agar menjadi teladan-teladan Kristus ditengah tengah jemaat. Semuanya kita sampaikan demi kemuliaan nama Tuhan kita Yesus (Redaksi GKPS Surabaya/HU Sinaga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar