ARTI DARI SEBUAH DISIPLIN
By Hotma Untung Sinaga
Pada tangggal 2 September 2015
yang lalu redaksi berhasil mewawancarai
beliau. Saat ini beliau masih dalam
pendidikan di Jakarta. Info dari beliau
bahwa pendidikan akan selesai pada bulan November. Topik kali ini,
beliau akan membicarakan tentang arti sebuah kedisiplinan. Dari hasil
perbincangan, Redaksi GKPS Surabaya
mencatat point-point penting sebagai berikut: Kedisiplinan menjadi sangat
menarik berkaitan dengan cara atau metode untuk meraih tujuan. Disiplin adalah
ketaatan pada nilai-nilai atau norma yang harus diikuti atau disepakati bersama
karena dengan ketaatan pada aturan maka tujuan bersama dapat dicapai. Target
dari sebuah kedisiplinan adalah semua elemen yang terlibat dalam suatu organisasi
untuk mencapai tujuan bersama melalui ketaatan pada nilai aturan yang telah
ditetapkan. Ketaatan itu bisa diperoleh melalui peningkatan kesadaran atau
pemaksaan bila memang itu diperlukan. Pada dasarnya, disiplin tidak hanya milik
militer tapi semua organisasi membutuhkan kedisiplinan karena setiap organisasi
memiliki tujuan yang telah ditetapkan dalam AD/ART. Tentunya diharapkan agar
setiap anggota organisasi memahami hal tersebut dan patuh pada AD/ART untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati. Menjadi sangat krusial dalam
bidang militer karena dalam mencapai
tujuan memenangkan pertempuran nyawa yang menjadi taruhannya sehingga
terkesan bahwa disiplin harus dipaksakan. Dalam pertempuran apabila terjadi
kesalahan prosedural baik dalam level teknis taktis maupun strategis akan
mengakibatkan korban nyawa bukan hanya individu tapi rekan-rekannya. Tentunya
berbeda jumlah korban di level taktis
dengan strategis. Tapi kesalahan di level taktis sangat bisa mempengaruhi hasil di level strategis. Demikian juga
apabila terjadi kesalahan di level strategis maka level taktis dan teknis akan menanggung akibatnya.
Disipilin itu saya tegaskan tidak
boleh kadang-kadang dilakukan, tapi adalah sikap dasar untuk menjadi berhasil
dalam bidang apapun. Sikap kita tergantung bagaimana pelanggaran terhadap
aturan memberikan efek terhadap organisasi. Apakah dia adalah anggota organisasi? Kalau bukan ya
nggak masalah biarkan saja. Dalam organisasi ada bagian penegakan disiplin baik
itu atasan atau institusi khusus. Hukuman semata belum tentu berhasil dalam
membentuk disiplin, yang diharapkan adalah disiiplin yang tumbuh melalui
kesadaran dan dipicu oleh integritas pimpinan dalam organisasi sebagai teladan.
Leadership memegang peranan penting agar anggota organisasi taat pada aturan.
Integritas dan keteladanan adalah yang terpenting. Tuhan Yesus adalah contoh
terbaik dalam keteladanan yang melalui kataNya yang sangat legendaris “IKUTLAH
AKU”
Jika dikaitkan dengan disiplin
rohani (Mat. 6:2, 5, 16), bisa dilihat dari tinjauan seorang Richard Foster
mengatakan bahwa disiplin rohani adalah kegiatan, sendiri maupun bersama, yang
kita lakukan sebagai cara untuk menempatkan diri kita di hadapan Tuhan agar Ia
dapat bekerja di dalam diri kita. Menerapkan
disiplin rohani membutuhkan ketekunan, sebab tidak jarang kita gagal menerapkan
disiplin tertentu. Kegagalan bukan menjadi akhir dari segala-galanya. Ketika
kita melihat kegagalan terjadi, hal itu akan menolong kita menyadari bahwa
melakukan disiplin rohani juga perlu anugerah Allah, perlu melibatkan Allah
dalam mengubah diri kita menjadi serupa gambaran-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa
kita tidak boleh bermegah ketika berhasil melakukan suatu disiplin rohani,
sebab kalau kita bisa melakukannya semata-mata oleh karena anugerah Allah. Seseorang
mungkin ada yang senang memainkan biola tetapi tanpa kerja keras melalui latihan
yang terus menerus tidak mungkin ia bisa memainkan biola dengan baik. Demikian
pula dengan disiplin rohani, agar disiplin itu tertanam baik dalam diri kita,
perlu adanya usaha yang maksimal sampai kebiasaan kita terstruktur atau meresap
menjadi bagian hidup. Misal disiplin rohani yang bisa diterapkan, “Ketika sudah
bertobat maka ia harus membiasakan diri bangun pagi untuk bersaat teduh. Bagi
mereka yang suka bangun siang akan kesulitan untuk membiasakan diri bangun
pagi. Namun sekarang kebiasaan baru harus mulai diterapkan di mana “rasa aman”
karena kebiasaan lama harus digeser dengan ketaatan untuk memiliki waktu teduh
bersama Tuhan.”
Demikianlah pencerahan beliau
semoga dapat kita gunakan agar menjadi teladan-teladan Kristus ditengah tengah
jemaat. Semuanya kita sampaikan demi kemuliaan nama Tuhan kita Yesus (Redaksi
GKPS Surabaya/HU Sinaga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar