GKPS SURABAYA | OFFICIAL WEBSITES

Ibadah/Kebaktian Umum :09.00 WIB-Selesai, Ibadah Anak Sekolah Minggu (ASM):09.00 WIB-Selesai

Cari Info via blog/google search

KLIK TATA IBADAH MINGGU 29 MARET 2015 DI FOLDER TATA IBADAH

BULETIN KEGIATAN GKPS SURABAYA

Visi GKPS Menuju Tahun 2030:"Gereja Siboan Pasu-pasu Janah Sari (To be a Blessing and Caring Church)(Kejadian 12:12;Lukas 10:37), Thema :'HITA DO SAKSINI KRISTUS (Lahoan ni Apostel 1:8)' , Sub Thema, 'Patuduhkon On Hita Ma Hasadaon I Tongah-Tongah Dunia On, Ase Lambin Tarambilan Goran Ni Kristus (John 17:21, Korin 12:1-12)', Ayat Tahunan 2015, 'Sai I Hasomani Jahowa Naibatamu Do Ham, Seng Hurangan Ham Age Bani Aha (5 Musa 2:7c)'.

Translate

Kamis, 27 Agustus 2015

PROFIL MINGGU INI



Merdeka dari “Penjajahan Daging”
 Oleh : Hendraven Manihuruk.

                Kali ini saya akan membahas tentang merdeka dari “penjajahan daging”, bukan berarti karena harga daging yang semakin melambung tinggi dipasaran, namun merdeka dari “penjajahan daging” merupakan sebuah renungan yang tepat ditengah suasana hiruk pikuk perayaan kemerdekaan RI yang ke 70. Berikut pencerahan dari beliau:
 
      17 Agustus 1945, 70 tahun yang lalu Sukarno-Hatta membacakan naskah proklamasi kemerdekaan RI. Pembacaan naskah tersebut hendak menyampaikan kepada dunia, bahwa Indonesia telah menjadi sebuah Negara yang merdeka, berdaulat dan bebas dari penjajah. Cita cita proklamasi 17 Agustus 1945 ialah mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Namun apakah setelah 17 agustus 1945 kita benar benar menjadi sebuah Negara yang merdeka? Apakah cita cita proklamasi sudah terwujud? Sukarno pernah berkata bahwa kemerdekaan itu ialah jembatan emas. Di seberang jembatan emas itu terpecah menjadi dua jalan, satu ke dunia sama ratap sama tangis, dan satu lagi menuju dunia sama rata sama rasa. Kini, 70 tahun berlalu penjajahan secara fisik memang sudah hampir tidak ada. Namun penjajahan dalam bentuk ekonomi, politik, sosial dan budaya justru semakin kuat. Kerusakan moral, korupsi yang merajalela, penguasaan kekayaan alam Indonesia oleh segelintir orang asing, dan semakin terkikisnya budaya asli kita, menunjukkan bahwa penjajahan itu masih ada, namun dalam bentuk yang lain. Artinya meskipun 17 Agustus 1945 kita telah memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka, namun penjajah masih akan tetap berusaha menguasai kita, meskipun dalam bentuk yang lain dan nyaris tidak kita sadari.
Demikian pula dengan kehidupan rohani kita. 2000 tahun lalu, Yesus telah menebus dosa kita, dan “memproklamasikan” kemerdekaan kita dari penjajah yang bernama dosa (Galatia 5:1). Kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus merupakan suatu rangkaian “proklamasi” kemerdekaan dari dosa. Namun setelah proklamasi kemerdekaan dari dosa tersebut, apakah iblis hanya diam saja? Tentu tidak. Iblis tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan mencari celah lagi, untuk kembali menjajah kita dengan kehidupan daging. Apa itu kehidupan daging, menurut Galatia 5:19-21, perbuatan daging ialah percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan dan pesta pora. Dan tentu saja, kedagingan ini bertentangan dengan hidup menurut roh.
Bagaimana cara kita melawan usaha iblis untuk kembali menjajah kita? Didalam efesus 6 :10-20, dijelaskan panjang lebar tentang perlengkapan senjata rohani kita untuk melawan tipu daya iblis. Apa saja itu? ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan injil damai sejahtera, perisai iman, ketopong keselamatan, dan pedang roh yaitu firman Allah (efesus 6:14-18).  Itulah senjata rohani kita untuk mempertahankan kemerdekaan rohani kita dari “penjajahan daging”.
Tentu kita tidak ingin menyia nyiakan pengorbanan dan kematian Yesus di kayu salib. Jangan sampai penjajah itu datang dan merebut kembali kemerdekaan kita. Jangan biarkan iblis berkuasa didalam diri kita, dan kita hidup didalam kedagingan. Kenakanlah senjata rohani, hidup menurut roh dan mari kita pertahankan kemerdekaan kita dari “penjajahan daging”..!!
Merdeka…!!!!   (Redaksi GKPS Surabaya/Hendraven S)
  

 

Jumat, 21 Agustus 2015

PROFIL MINGGU INI

DOKTER ANDOHARMAN DAMANIK MENJAWAB
ISTILAH ORANDUM EST UT SIT MENSANO IN CORPORE SANO

Pada tanggal 17 Agustus 2015 yang lalu Redaksi GKPS Surabaya berhasil mewawancarai beliau. Beliau adalah dokter spesialis Obgyn. Keseharian beliau bekerja sebagai Dokter di RSUD Sidoarjo mempunyai seorang anak namanya Farrel Armando Damanik dengan istri boru Sinaga. 
   
Topik yang diwawancarai dengan beliau ini tidak spesifik dengan keahlian di bidang beliau. Beliau akan senang hati juga akan mengirim artkel ke redaksi GKPS Surabaya, jika ada yang memerlukan yaitu ”Pencegahan Kanker Servik atau Kesehatan Reproduksi Wanita. Beberapa point hasil wawancara dengan beliau dirangkumkan sebagai berikut: kalau bicara dengan istilah topik tersebut itu menekankan bahwa kalau kita berolah raga maka fisik kita sehat, sehingga secara psikis juga kita sehat. Namun pernyataan seperti itu tidaklah sepenuhnya benar, karena banyak orang secara tubuh sehat tapi jiwanya sakit sebagaimana orang di rumah sakit jiwa dan sebaliknya orang cacat secara fisik namun pemikirannya justru bahkan melebihi orang biasa. Secara fisik memang sulit mengetahui apakah jiwa seseorang itu lagi bermasalah jiwanya, tapi untuk mengetahui keadaan jiwa seseorang perlu dilakukan pemeriksaan….makanya biasanya kalau masuk kerja bahkan sekolah sebelumnya dilakukan psikotes untuk melihat apa seseorang itu sehat atau mampu melakukan pekerjaan seperti yang diharapkan nantinya. Menyangkut program pemerintah tingkat kesehatan menurut pemikiran saya belum ada buktinya nyata kalau dapat dikatakan sudah memadai serratus persen, misalnya: masih banyak anak kurang gizi, angka kematian Ibu dan bayi masih tinggi, penyakit menular masih banyak seperti TBC malaria, demam berdarah, dll. Itu berarti masih banyak yang harus diperbaharui seperti: tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, perilaku, sistem kesehatan…..kalau tenaga kesehatan hanya sebagian kecil pengaruhnya. Upaya yang dilakukan dengan Baksos seperti yang saya katakan hanya membantu sedikit dan biasanya Baksos itu juga musiman…apalagi kalo gak berkesinambungan dan biasanya ditumpangi kepentingan orang tertentu atau golongan tertentu menurut saya lho ya. Kalau pendapat saya agar kesehatan masyarakat lebih baik…diawalilah dengan diri sendiri dengan menjaga kesehatan, olah raga, pola makan, pemerintah menyiapkan prasarana yang baik dan memberikan penyuluhan hidup yang sehat, dimana dalam hal ini tenaga kesehatan harus bisa bekerja maksimal…pastilah bisa tercapai Indonesia sehat. Kalau Program BPJS itu bagus supaya seluruh masyarakat tercover asuransi kesehatan, cuman pelaksanaannya butuh waktu untuk menjadi berhasil. Kalau dikaitkan dari sisi kerohanian orang yang sehat jasmani itu tidak bisa dihubungkan secara sebab akibat, tapi orang yang punya rohani atau beriman selalu bersyukur atas apapun keadaan fisiknya. Kalau istilah umum mensana in corpore sano adalah ORANDUM EST UT SIT MENSANO IN CORPORE SANO yang artinya Marilah kita berdoa supaya dalam tubuh kita yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Demikian sharing tentang kesehatan dari beliau. Semoga dengan pencerahan beliau kita semua jemaat menjadi sehat rohani dan jasmani dan yang paling penting kita boleh menjadi berkat buat orang lain dan namaNya dimuliakan di tempat yang paling tinngi. Tuhan Yesus menyertai (GKPS Surabaya/dr Andoharman Damanik SpOG)

Senin, 17 Agustus 2015

MERDEKA.....!!!!

REDAKSI GKPS SURABAYA MENGUCAPKAN "DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE 70" TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA . AMIN


Sabtu, 15 Agustus 2015

TING TING 16 AGUSTUS 2015

DOWNLOAD TINGTING GKPS DI SINI



Puji Tuhan...St K Poerba telah pulih

Syaloom,

Info dari Bapak G Saragih dari Denpasar Bali , dengan dukungan doa dari Bapak/Inang sekalian Bapa St K Purba dinyatakan sudah mulai pulih.
   



Tarimakasih bani Tuhan sai lambin podas ma malum pajumpoah use i surabaya demikian disampaikan Bapak Pdt HI Saragih via Whatsapp GKPS Surabaya. Ucapan  Puji syukur mengalir deras atas pemulihan beliau. Tuhan Yesus memberi kesembuhan.

Jumat, 14 Agustus 2015

PROFIL MINGGU INI



HORMATILAH ORANG TUAMU? 
SIMAK PEMAPARAN BAPA SY J BACHTIAR SIHALOHO
Sebagian dari kita pastilah sudah tahu itu adalah bunyi perintah kelima pada perjanjian lama (PL). Kalau dikaji bersama itu artinya, Tuhan menginginkan kita supaya menghormati orang tua kita. Mungkin pada zaman tersebut banyak orang yang tidak menghormati orangtua-nya. Mungkin saja antara anak dan orang tua tidak pernah akur waktu itu mungkin saja bahkan sampai dendam. Kalai kita bandingkan dengan sekarang tidaklah demikian karena kita semua memang patuh pada perintahNya. Tuhan mengingkan kita lebih baik, bahkan di perjanjian baru Tuhan juga menekankan melalui Efesus 6:1-4.  Menyimak dari kajian tersebut sudah saatnya yang tidak akur berdamai, karena Tuhan pasti tidak memaafkan kalau tidak memaafkan. Special guest kita kali ini adalah Bapak Sy J Bachtiar Sihaloho dengan anak Picessia Melany Artha Sihaloho dengan Istri Meyrita br Purba.
Mugkin sebagian kita akan bertanya-tanya mengapa topik ini ditawarkan ke beliau, untuk menjawabnya simak wawacara dengan beliau dengan point-point yang dituliskan redaksi sebagi berikut,” Orang tua,  setiap orang pasti sayang dengan orang yg melahirkan dan membesarkan kita. Setiap insan boleh mengintepretasikannya, tapi hampir pasti, tidak jauh perbedaannya untuk mengartikannya. Orangtua adalah Tuhan yang hidup...!! Kata sebagian besar orang, saya pikir itu pendapat yg tidak berlebihan, saya sependapat dengan itu. Karena kita masih berada di kehidupan untuk hidup yg "akan bersama dengan Tuhan", yg artinya, dikehidupan yg riil ini, ternyata orang tua masih jauh lebih "realitas" dan "kekiniannya".  Hal itu bisa dilihat dari expressi setiap orang dalam mengartikannya, lihat saja lagu hit simalungun yg diciptakan dan dinyanyikan Damma Silalahi, "bapa nabujur", "inang nabujur" , kemudian lagu tapanuli yg paling populer "uju di ngolukki ma nian"   itu semua sebuah jawaban, bagaimana setiap orang mengartikan "hormat" akan orangtua, tanpa terkecuali saya.  Secara kebetulan saya dilahirkan dari orang tua yg strata ekokominya berada dibawah garis kemiskinan, karena hormat saya akan orang tua saya dgn keberadaannya, seingat saya "semenjak saya bisa memakai celana panjang" saya hanya pernah sekali dibelikan celana panjang saat "malua/angkat sidi" celana panjang warna putih dan baju putih, selebihnya saya yg lebih aggressif untuk memanfaatkan situasi untuk membantu orangtua saya, dengan bekerja sambil sekolah, hingga sempat menduduki perguruan tinggi di Surabaya, walau tdk sempat menyelesaikannya. Bahkan ketika baru menikah, satu adik saya sudah ikut dengan kami ketika kuliah di stiesia medan, kemudian pindah ke Surabaya, dua adik kandung dan dua sepupu ikut beserta keluarga saya di Surabaya. Semua itu bentuk perwujutan "hormat" kepada orang tua saya, karena saya berpikir kalau mereka di pematang siantar terus, mereka akan menjadi korban dari nasib. Dan mereka harus berangkat dan keluar dari "markas" untuk bertarung merubah nasib. Puji Tuhan, Bapa saya ketika masih hidupnya, pernah berkata kepada saya "anakni bapa ma ho ambia". Tapi saya tidak pernah berbangga. Hati, Beliau dan inangku nabujur adalah maha guru dan Tuhan yang hidup, sampai kapanpun itu tidak pernah berubah. 

Hormat dan hormatilah orang tuamu,  sebagaimana perintah Tuhan dengan dasa titah yg ke lima. Apa hal yg terburuk yg pernah kulakukan terhadap orang tua saya??? Inang saya pernah menangis, ketika uang sekolah saya ketika SMEA kelas 2 saya habiskan untuk bermain2 bersama teman, itu penyesalanku yg paling dalam hidupku. Dan satu lagi yg paling kuingat, saya tidak memasak nasi dan lauk pauk, ketika orang tua saya pulang dari ladang/juma/hauma, alhasil mereka kelaparan... Padahal udah capek kerja mangombak di ladang, dua hal itu adalah. hal yang paling konyol. He he he So...._tikki bai goluhni orang tua, baen hita ma namadear hubani orang tua ta bei, ulang songon uppasa ni simalungun "tading i lobei" yang artinya ketika suatu saat kita ingin menghormati orang tua, tapi sudah tiada...... Apa daya, mau di review ke belakang "so. Nyanda guna". Tuhan yg menguatkan kita semua.  Demikianlah hasil wawancara kita, apapun itu semua “hormatilah orang tuamu” karena otomotis itu perintah Tuhan dan so pasti itu menyenangkan dan memuliakan Tuhan kita (Redaksi GKPS Surabaya/ Sy JB Sihaloho)

Sabtu, 08 Agustus 2015

Info Humbani Hita Ganupan

Horas ma hubatta haganupan pagori ni kuria on. Sai andohar sehat2 hita haganupan, janah ituppaki Naibata. Ibagas malas ni uhur, pajuppah bohi hita sogod on 8/8.2015 i gareja tene, na laho paborsihkon garejatta. Mar kerja bakti hita riap odor, ipukkah jam 09.00 wib. Tarimaksihma bani harorohta romban, sai Tuhanma na mamasu-masu. Salam pakon tonggo nami, Pimpinan Majelis Jemaat.

Kamis, 06 Agustus 2015

PROFIL MINGGU INI


KIAT SUKSES MENURUT PANDANGAN BAPAK SY G PURBA ? 
MAU SUKSES BACA DULU…
Pada tanggal 31 Juli 2015, redaksi GKPS Surabaya berhasil mewawancarai beliau. Walaupun beliau sangat sibuk, dan sempat bolak-balik di panggil Boss beliau di kantor…..Beliau berusaha dengan ramah menjawab pertanyaan redaksi GKPS Surabaya dengan mantap dan bersemangat. Beliau adalah salah seorang anggota majelis GKPS Surabaya,  keseharian beliau adalah  sebagai Sales General Manager di Perusahaan furniture  terkenal Olympic. Tentunya beliau berkutat dengan yang namanya target omzet dan mengorganisir kepala-kepala cabangnya untuk selalu bersemangat.  Beliau memiliki dua orang anak, yaitu: anak pertama  Zebdi Farel Giolean purba (Bogor,13 Januari 2000) dan anak yang kedua Andreas Dwian Alfredo Purba (Bogor, 23 April 2003) dengan istri br Damanik.


Ketika beliau diwawancarai tentang topik ketekunan dan kiat Sukses, redaksi  mencatat tentang point penting tentang ketekunan dari beliau,” Hidup ini bagaikan  sebuah perlombaan, dimana hanya ada satu yang menjadi pemenangnya maka itulah sebabnya dalam berkarya kita harus bertekun. Tekun latihan, kerja keras, belajar jika tidak maka kita akan tertinggal. Ketekunan itu yang pasti menghasilkan karakter tahan uji, dan karakter tahan uji akan mengharapkan  pengharapan, pengharapan kepada Kristus tidak akan mengecewakan. Dia akan memberikan indah pada waktunya, waktu di sini maksudnya menurut Tuhan bukan menurut kita. Dan saya sangat yakin sekali jika kita tekun melakukan/mengerjakan sesuatu maka kita akan mendapatkan buah yang matang bukan yang karbitan. Terus terang, dari sekian buku yang sudah saya baca mengenai orang-orang hebat dan luar biasa, mereka semua melakukan pekerjaaannya dengan ketekunan dan sabar, tidak ada yang bim salabim langsung jadi. Semua ada prosesnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya,’orang yang bertekun pasti akan mendapatkan buah yang “Matang” walaupun badai menggoncang dan  cobaan datang silih berganti dia tetap berdiri teguh. Nah, kalau tentang orang yang beruntung menurut pendapat saya seseorang yang perjalanan hidupnya telah digariskan oleh Tuhan. Jadi keberuntungan itu adalah “GIFT” atau hadiah kita nerimo aja dan tak perlu bertekun atau berusaha mendapatkannya. Tapi yang pasti kita jangan terpaku pada keberuntungan semata, tetap harus bekerja keras dan cerdas, oraet labora. Pesan saya,”Apa dan bagaimanapun kita saat ini, jangan lupa mengucap syukur, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya yang selalu bersyukur. Dan….kita kerjakanlah dengan tekun dan sungguh-sungguh apa yang sudah diembankan kepada kita. Jika kita sebagai anggota jemaat marilah kita jadi warga jemaat yang saling peduli satu sama lain. Jika kita parhorja/majelis, jadilah kita majelis yang baik dan bertanggung jawab (Yer. 1:6; 20:7-11). Jadilah “parmahan” ulang malah jadi “iparmahani”. Ketekunan dan kesabaran dan cucuran air mata adalah kombinasi yang tidak terkalahkan untuk menjadi “sukses”. Bacalah teladan Tuhan Yesus di Ibr. 12:2 tentang ketekunanNya. Kalau boleh saya Kutip kata-kata Dalai lama,” Jika mampu tolong dan bantulah orang lain, jika tidak, setidaknya jangan menyakiti/menyusahkan orang lain. Di akhir wawancara beliau menutup wawancara dengan umpasa” Martiga raya bod ni ari Par ikan asin pe domma tutup, sai margogoh ma hita tiap ari. Pasu-pasu ni Tuhan hubanta totap do sukup” Ai ma tongon. (GKPS Surabaya/IHS).

PELANTIKAN SINTUA NA BARU 2/8/2015

Syalom,
Humbani nasiam Sintua nabaru, selamat melayani ma humbani nasiam haganupan sintua nami andohar pelayanan nasiam gabe malas ni uhur pabolakkon Harajaon ni  Naibatana i dunia on. Tuhannta ma na mamasu-masu nasiam ibagas pangidangi nasiam.



Tuhan Naibata mangkasomani bani goluh-goluh nasiam siapari mandalanhon pandiloni Naibata

Sabtu, 01 Agustus 2015

TING TING,MINGGU 2 Agustus 2015

DOWNLOAD FILE ASLI DENGAN KLIK DISINI


PROFIL MINGGU INI



Kenapa ada Perpuluhan itu? Simak pencerahan dari Bapak Pdt HI Saragih
Pada hari jumat 31 Juli 2015, Redaksi GKPS Surabaya seyogyanya berhasil mewawancarai dua orang narasumber , namun untuk profil minggu ini redaksi menampilkan dulu hasil wawancara dengan Bapak Pdt HI Saragih. Special guest, minggu depan juga tidak kalah serunya. Pagi itu tepatnya pukul 7:35 , redaksi mengontak beliau dan sempat membalas jawaban redaksi untuk diwawancarai. Namun wawancara baru bisa dimulai jam 14.14 Wib, setelah beliau baru pulang ke rumah dan batere HP sudah tidak lowbatt lagi. Beliau adalah Bapak Pendeta Resort GKPS Surabaya dengan 2 orang anak masing-masing: Hanna Priskila Saragih (Lala) dan Handerson Saragih (Eon) dengan Istri br Purba.

 

Redaksi GKPS Surabaya berhasil mencatat point-point penting tentang topik tersebut di atas, berikut penjelasan beliau menjawab beberapa pertanyaan redaksi ”Kalau tentang perpuluhan itu bisa dibaca di Imamat 27:30-33, Bilangan 18:21-31 dan Matius 23:23. Beliau menjelaskan bahwa perpuluhan itu merupakan hal yang wajib untuk perbendaharaan Tuhan. Ketika redaksi menanyakan “Pak Pendeta, misalkanlah ini seaandainyalah kalau seseorang itu jarang memberikan perpuluhan itu bagaimana? Beliau menjelaskan,” bagaimana ya, kalau yang bukan kepunyaan kita, kita ambil gimana namanya ya. Perpuluhan kan sebenarnya bukan untuk milik kita, gimana istilahnya tepatnya....jawab sendirilah ya. Kemudian, pertanyaan dilanjutkan,…Pak Pendeta,”kalau misalnya ini ada orang yang beranggapan bahwa berkat yang ia terima ialah berkatnya sendiri ,sehingga ia tidak harus memberi perpuluhan? Beliau menjelaskan “Tentu inilah kurangnya pemahaman kita, Maleakhi 3:6-12 menjelaskan “Tuhan pasti membuka tingkap-tingkap langit”. Dan bila seandainya orang itu menyadari dan bahkan membayar 2x lipat  merupakan hal yang baik..Tapi Firman Tuhan maksudnya di sini adalah rutin. Kapan kita panen di situ kita memberi perpuluhan. Tapi  karena sudah banyak yang perbulan, bukan perpanen lagilah. Yang menyadari kealpaannya dan di rubah tentu itulah yang diharapkan Tuhan. Misalkan kalau belum bisa /tak ada apa-apa yang bisa diberikan sebagai perpuluhan………kalau lebih pasnya kita hubungkan kepada persembahan seorang janda sarfat, yang sebenarnya lebih banyak memberi daripada yang lainnya. Demikianlah hasil wawancara dengan beliau terlepas dari pro kontra tentang pendapat orang yang pasti Pak Pendeta dan kita semua menginginkan Kiranya nama Tuhan dimuliakan di tempat yang maha Tinggi. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (Redaksi GKPS Surabaya/IHS)

Sintua GKPS Surabaya Na Baru

Horas dan Selamat Melayani Lebih Sungguh, Tuhan Yesus Mangkasomani Pelayanan ni Ham 
Pada Tanggal 26  juli 2015 yang lalu, melalui sinode jemaat resmi terpilih 4 orang Sintua yang baru,  mereka-mereka yang terpilih merupakan hasil pemilihan anggota jemaat GKPS Surabaya secara langsung. Terpilihnya mereka menjadi Sintua menjadi sesuatu hal yang menggembirakan dimana PMJ saat ini memprioritaskan program Jumatangan sesuai program GKPS Surabaya 2015. Harapannya adalah pelayanan semakin ditingkatkan dan maju. Terpilihnya mereka boleh dikatakan mengemban tugas yang tidak ringan. Mereka harus menggembalakan jemaat di wilayah mereka agar lebih meningkatkan kerohanian. Mereka-mereka yang terpilih adalah: St.Elkuin Sijabat, St Jhon Frianto Saragih, St.Desman Palti Saragih dan St.Rosdiana Manihuruk.
 
Kita berharap dengan terpilihnya mereka-mereka tersebut nama Tuhan Yesus semakin dimuliakan dan GKPS Surabaya semakin maju dengan program pelayanannya.(GKPS Surabaya/HIS)